About

Sebuah kumpulan fiksi yang ditulis makhluk setengah fiktif; setengah raksasa bermuka sepuluh.

Jangan salah, si muka sepuluh belum mati dirajam Brahmastra. Sesungguhnya ia masih bernapas dan memeram cinta di hatinya.
Aksara yang tersusun di sini adalah buktinya. Mereka adalah cinta yang menjelma beribu rasa dan metafora.

Jangan salah, si muka sepuluh juga tidak tertawan di bawah gunung. Sesungguhnya ia merdeka, dengan atau tanpa kerajaan dan rakyatnya.
Aksara yang tersusun di sini adalah buktinya. Mereka adalah buah pikiran yang senantiasa menolak untuk terjajah.

Di sini, si muka sepuluh sedang mencapai puncak tiwikrama. Namun berbeda dengan orang “suci” yang menjelma raksasa, tiwikrama si muka sepuluh adalah menjadi seorang pecinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s