Yang Selalu Menunggumu


Telah engkau khianati Kesunyian
Berpaling pada ramai dan tenar
Sekarang maka rasakan
Pedihnya kanti-kanti semu
yang pandangi
tanpa perhati
yang dengar
tanpa simak
yang berkata
tanpa bercakap
Sampai payah ragamu
Sampai koyak jiwamu
Biar engkau kembali
dan menemukan
yang selalu menunggumu
adalah Kesunyian
yang sayangnya terlanjur
membusuk sudah menjadi
Kesepian
.
Iklan