Lukisan (9)

Sungguh pemandangan yang mengerikan. Dua maniak dengan kejiwaan yang sama sekali tak normal berdiri berlawanan arah, menunjukkan ketidakwarasan mereka masing-masing. Dua maniak itu, bagaimanapun, salah satunya telah menyelamatkan Lisa—setidaknya untuk saat ini.

Anne. Gadis itu terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Sesekali ia melompat di tempat, menghentakkan kakinya yang telanjang ke hamparan lantai kayu. Katemi, di lain sisi, terduduk lemah sambil sesenggukan. Kepala perempuan paruh baya itu tertunduk, rambut panjangnya yang terurai menutupi raut wajahnya yang entah sedang menangis menahan perih atau sama-sama sedang meringis gila. Yah, kedua orang itu, sekali lagi, sama sekali tidak waras, pikir Lisa yang berusaha tenang di sisi lain koridor gelap itu.

“Brengsek!!!” Katemi membentak sambil mengayunkan dudukan lampu berbahan besi ke kepala Anne.
Baca lebih lanjut

Iklan