Jatuh… Cinta?


Kenapa menyeru cinta,
yang menoleh jumawa?

Kenapa menemui cinta,
yang meninggalkan sunyi durja?

Kenapa memberi cinta,
yang menuntut semata?

Kenapa memaafkan cinta,
yang melukai rasa?

Kenapa mengharap cinta,
yang mungkin hanya selaksa?

Kenapa mencinta,
wahai pecinta?

(Karena cinta adalah cinta),
bisiknya bersahaja.

Lalu cermin itu diam saja,
tersenyum tanpa suara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s