Budak Kebimbangan


Duh, ada bandul yang mengayun tak tentu arah,
sedang pangkalnya tersimpul erat di pusat hati yang goyah.

Belum lagi pikiran yang nyaris karam,
sebab lambungnya remuk redam.

Budak ini dibeli,
lalu dilepas sendiri.

Selayaknya anak itik didera kantuk,
lalu entah kemana ditinggal induk.

Duhai, tiadalah di sela-sela awan gelap,
tanpa kilat mengerjap-kerjap.

Ketahuilah para penyusun adab,
bimbang hamba pun punya sebab.

Tapi apalah peduli setan!
Duli, tuan dan puan.

Biar belian sembab sendiri, mati sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s