Mengenang Senja Lalu


Masih lekat semburat merah di ufuk barat,
seakan surya masih erat tertambat,
seakan cakrawala belum siap menyambut pekat.
Cerahnya pun merambat pulang lambat-lambat.
Sementara ia masih duduk diam tanpa syarat,
menunggu kumandang senja yang lamat-lamat,
menunggu kenangan dari masa yang lewat.
Bukan ia sedang menyalahkan kodrat,
hanya sedang menjadi manusia yang penuh galat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s