Prasasti Keabadian


Pada batu hijau itu bukan sekedar nama yang dipatri,
apalagi sekedar angka ia hidup dan mati,
nisan itu prasasti sebuah hikayat abadi.

Raganya mati, tapi tekadnya lekat terpatri;
suaranya tercekat, tapi kisahnya dalam tersurat;
senyumnya pudar, tapi tulusnya masih berpendar.

Dalam sebuah raga yang dulu tanpa rasa,
dalam selintas akal yang dulu tanpa makna,
dalam segenggam jiwa yang dulu tanpa cinta.

Aku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s