Hanyut, Pasrah

Berarak aku di arus tanpa arah,
sementara rakit telah banyak bercelah,
galah ku rengkuh telah pula rengkah.
Ah malang pula kian bertambah,
tiada pijak barang batu sebongkah,
lebih-lebih tepian tanah.
Ah jika ku hanyut sudahlah,
pun tenggelam biarlah.
Bukannya aku jengah,
aku pasrah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s