(Untuk) Waktu, dan Yang Merajainya

Pada waktu,
yang putarnya melantakkan Mahameru.
Pada waktu,
yang ujungnya tiada tahu.
Pada waktu,
yang lalunya tak kan lagi bertemu.
Pada waktu,
yang hentinya mencabut ruhmu.

Duhai waktu,

Sungguh, betapa aku mendambamu,
yang sebab putarmu, kami bertemu.
Sungguh, harusnya aku melangkah maju,
menjemputmu di depan yang malu-malu.
Tapi sungguh, kakiku kelu,
meninggalkan waktu lalu penuh rindu.
Sungguh, betapa aku ingin mengurungmu waktu,
saat hentimu memisahnya denganku…

Wahai,

Demi Dzat yang menciptakan nama waktu,
ijinkan sahaya membunuh waktu,
yaitu waktu perindu yang dulu-dulu.

Demi Dzat yang bersumpah atas waktu,
ijinkan sahaya merangkul waktu,
yaitu waktu pecinta untuk saudaraku.

Demi Dzat yang mengancam dengan waktu,
ijinkan sahaya memeluk waktu,
yaitu waktu perobek ruh dari jasadku.

Iklan

One thought on “(Untuk) Waktu, dan Yang Merajainya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s