Syair untuk Maimunah (3)

“Assalamualaykum Warahmatullahi wa barakatuuh!”

Suara panjang murid-murid SD mengakhiri jam sekolah mereka. Hiruk pikuk dan canda tawa kembali memenuhi seluruh lorong teras berlapis tanah di SD baru itu. Joko yang mengajar Bahasa Indonesia dan Matematika sebagai guru honorer tak kalah senang. Seperti hari-hari sebelumnya, ia selalu menumpang baca beragam surat kabar di kantor Kepala Sekolah, kantor kelurahan dan terkadang rumah Pak RT. Surat pengembalian yang diterimanya minggu lalu berkurang satu, artinya ada kemugkinan karyanya boleh berpose di salah satu surat kabar itu. Belasan karyanya sudah ia kirimkan ke berbagai surat kabar, seperti halnya seluruh seniman di muka bumi –pikir Joko setidaknya— pemuatan karyanya tersebut merupakan apresiasi besar atas karyanya.

“Waalaykumsalam, jangan lupa kumpulkan tugas kalian membuat dua bait puisi besok lusa. Terima kasih.” Joko menutup akhir kelas.

Melihat murid-muridnya di kelas 3 SD mengingatkan Joko kepada Tito anaknya. Setelah beberapa hari mengikuti masa pengenalan, ini hari pertama anaknya berseragam biru putih. Rasanya baru kemarin ia menerima surat kelulusan Tito dari pihak sekolah tempatnya kini mengajar. Tak sekedar lulus, Tito berhasil menjadi yang terbaik di sekolahnya. Walau hanya bersekolah di pinggiran desa, ia dengar nilai Tito bisa dijajarkan dengan peringkat 40 besar di tingkat kabupaten. Entah dari mana rekan-rekannya tahu hal itu.

Joko mengayuh pulang sepedanya yang kini ringan tanpa Tito yang duduk di boncengannya. Sepi rasanya, hari ini dan seterusnya Tito akan pulang sendiri, karena jalan mereka arahnya berlawanan. Setiap melewati toko-toko sembako, sempat terbesit keinginannya untuk membeli gula barang setengah kilo, sudah lama rasanya ia tidak minum kopi hitam manis. Tapi pedalnya ia kayuh lebih kencang, langsung menuju rumah Pak RT setelah bermacam surat kabar di kantor kepala sekolah dan kelurahan tidak memuat karyanya.

Iklan

One thought on “Syair untuk Maimunah (3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s