Kata Si Mbah di Teras Surau

Kawula kini lebih suka membantah,
tanpa santun pula,
hak asasi katanya.
Kawula kini banyak mintanya,
hanya menuntut pula,
biar gaul katanya.
Kawula kini suka sangat melanggar,
tak tanggung jawab pula,
kebebasan katanya.
Kawula kini banyak keluhnya,
pakai mengadu pula,
keadilan katanya.
Maafkan tulang renta dan keriput ini cu,
kakekmu dulu hanya mampu mengangkat bambu runcing.
Jangan salahkan bapakmu pula,
kalau ia hanya berusaha mengurusi perut kalian.
Maafkan kami tanah air,
yang tak mampu melindungi harga dirimu –kawula kini– dari jajahan ideologi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s