Jati Diri

Dulu tidak peduli,
dulu tidak mau terkendali,
inginnya jalan sendiri.

Sekarang meratapi diri,
ternyata dulu hanya belum mengerti.
Bahwa berjalan perlu kendali,
agar sampai tempat yang pasti,
walau banyak duri,
dan marah menghampiri.

Sabar saja wahai diri,
sampai jarum detik tak ingat lagi,
untuk apa ia berlari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s